22 Situs Bermata untuk Energi Laut

MANILA, Filipina — Departemen Energi telah mengidentifikasi 22 situs prospektif yang dapat dikembangkan oleh investor yang tertarik untuk menghasilkan kapasitas daya tambahan yang sangat dibutuhkan menggunakan sumber daya energi laut.

DOE mengatakan sedang mempromosikan sumber daya laut Filipina, yang dapat menghasilkan sebanyak 170.000 megawatt, menyusul komersialisasi energi laut di negara lain. Mengetuk laut sebagai sumber energi melibatkan teknologi baru yang menggunakan kekuatan perbedaan suhu, gelombang dan pasang surut untuk menciptakan energi.

Wilayah-wilayah khusus ini, tambah badan pemerintah, memiliki potensi energi panas dan pasang surut laut.

Dokumen dari DOE mengidentifikasi 14 situs potensial energi termal laut: San Vicente, Ilocos Sur; Agno, Pangasinan; Palauig, Zambales; Mananao, Mindoro; San Jose, Antique; Manukan, Misamis Occidental; Omosmarata, Basilan; Pulau Palaui, Cagayan; Dijohan Pt., Bulacan; Mascasco, Masbate; Pulau Batag, Samar Utara; San Francisco, Surigao del Norte; Lamon Pt., Surigao del Sur, dan Lacaron, Davao del Sur.

DOE juga telah mengidentifikasi delapan lokasi energi pasang surut laut potensial, yang meliputi Passage Hinatuan, Selat Bohol / Taliban, Selat Surigao, Selat Gaboc, Selat Basiao, Selat San Bernardino, Selat Basilan dan Selat San Juanico.

“Lebih jauh, sebuah studi yang dilakukan oleh Oceanographic Co. dari Norwegia menunjukkan bahwa energi gelombang laut memiliki kapasitas potensial yang sangat besar di Kepulauan Batanes, Cagayan, Kepulauan Polilio di Aurora dan Bolinao di Pangasinan,” tambah DOE.

Namun, pengembangan energi laut sangat luas karena referensi menunjukkan bahwa proyek 100-MW akan membutuhkan investasi $ 250 juta.

Asisten Sekretaris Energi Mario Marasigan mengatakan Filipina bahkan “beruntung memiliki dua pendukung energi laut / kelautan … [yang] adalah proyek energi yang melibatkan teknologi baru.”

Perusahaan AS Deep Ocean Power Philippines Inc. saat ini sedang melakukan studi di setidaknya 36 lokasi yang mencakup 21.000 hektar di Ilocos, Pangasinan, Zambales, Mindoro, Isabela, Panay, Negros, Samar, Leyte dan beberapa bagian Mindanao, untuk kemungkinan sumber tenaga laut. Namun, upayanya diharapkan difokuskan terutama pada Occidental Mindoro dan Antique, kata DOE.